MEMBANGUN NASIONALISME MELALUI PRAMUKA

Beberapa waktu lalu, 21/11/2011, saya mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Wirakarya X PTAI di Kampus IAIN Ambon. Acara ini diikuti oleh sebanyak 52 PTAIN dan beberapa peserta dari PTN dan PTS di Ambon serta dari siswa SMA, MAN dan SMK di Ambon. Kegiatan tahunan ini merupakan program Kementerian Agama RI di dalam kerangka untuk mengembangkan kepramukaan di PTAI. Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Agama, Dirjen Pendidikan Islam, sebagian besar Pimpinan PTAIN, Gubernur Propinsi Ambon dan jajaran pemerintahan Propinsi Ambon, dan pejabat kementerian Agama. Acara ini dibuka oleh Wamenag di tengah panas terik matahari yang menyengat. Namun demikian, acara ini sangat semarak sebab disertai dengan pagelaran tarian tradisional dan drumband yang menawan. Semenjak dahulu, kepramukaan merupakan organisasi yang selalu berada di dalam nuansa independen. Hampir tidak dijumpai di masa lalu hingga sekarang, organisasi kepramukaan ini terkooptasi ke dalam dunia politik praktis. Sebagai wadah pembinaan para pemuda, maka pramuka sudah memberikan bukti tentang eksistensi dirinya di tengah pergulatan dunia kepemudaan hingga sekarang. Jika kita cermati, maka melalui Dasa Darma yang menjadi pijakan gerakan pramuka, dapat ditemui konsepsi yang sangat mendasar tentang kecintaan kepada bangsa, semangat nasionalisme, kemandirian, kreativitas, kejujuran, komitmen dan semangat bekerja keras. Menjadi pramuka identik dengan menjadi pemuda Indonesia yang mencintai tanah airnya dengan segenap karya dan pengabdian kepadanya. Itulah sebabnya di dalam sambutannya, Wamenag, menyatakan bahwa pramuka bisa menjadi wadah bagi pembentukan jiwa nasionalisme dan kebangsaan. Melalui gerakan pramuka juga akan tertanamkan jiwa dan semangat gotong royong dan penghargaan kepada kebinekaan yang ada di Indonesia. Melalui gerakan pramuka, maka akan ditemui sikap yang menghargai antara satu dengan lainnya. Di dalamnya tidak ada sekat agama, suku bangsa, budaya dan sebagainya. Semua menyatu di dalam darma kepada nusa dan bangsanya. Pramuka adalah wadah bagi pembentukan jiwa nasionalisme. Melalui acara perkemahan seperti ini, maka akan tertanam jiwa kebersamaan, gotong royong dan kerjasama antara satu dengan lainnya. Tidak ada jiwa individu sebab semuanya dilakukan secara kolektif kebersamaan. Oleh karena itu, pramuka merupakan medium yang sangat cocok bagi pemuda Indonesia untuk mempraktikkan jiwa dan semangat kebersamaan yang sesungguhnya sudah menjadi modal bagi masyarakat Indonesia. Dewasa ini kita sedang menapaki transformasi menuju modernitas dengan segala implikasinya. Di antara yang mengedepan adalah sikap individu yang semakin mengembang. Di mana-mana banyak kita jumpai pembicaraan tentang “aku”dan bukan pembicaraan tentang “kita.” Dunia “kita” semakin tereduksi oleh dunia “aku” yang semakin menonjol. Makanya, problem kita sekarang adalah bagaimana mengedepankan kembali dunia “kita” yang semakin cenderung menghilang tersebut. Modernitas yang berbasis pada filsafat kehidupan yang cenderung materialistik dan individualistik ternyata tidak sepenuhnya relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang bermodalitas kebersamaan dan paguyuban. Masyarakat Indonesia sebenarnya lebih cenderung kepada kehidupan yang tergambarkan di dalam konsepsi paguyuban tersebut. Nilai dasar gotong royong atau kebersamaan itulah yang sebenarnya diemban oleh gerakan pramuka di dalam berbagai programnya. Melalui gerakan pramuka, maka akan didapatkan proses pembelajaran yang sangat mendasar, yaitu tentang tumbuhkembangnya semangat nasionalisme dan kebangsaan yang bertali temali dengan pengembangan sikap kebersamaan, dedikasi tinggi, loyalitas dan kreativitas yang kelak tentu akan berguna bagi kehidupan nyata di masyarakat. Dengan demikian, gerakan pramuka sesungguhnya bisa menjadi medium untuk pendidikan karakter yang sesungguhnya sangat diperlukan di era perubahan sosial yang berhimpitan dengan transformasi modernisasi yang tidak akan bisa ditolak. Di tengah perubahan demi perubahan sosial tersebut, maka pramuka menawarkan solusi pendidikan jati diri bangsa yang sangat signifikan. Wallahu a’lam bi al shawab.

sumber : http://nursyam.sunan-ampel.ac.id

Beasiswa Mahasiswa IAIN

Pengumuman Bantuan Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin dan Berprestasi Tahun 2011

Berdasarkan hasil seleksi administrasi dan penilaian teknis proposal Bantuan Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin dan Beasiswa Berprestasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) yang dilakukan oleh Tim Penilai Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Tahun Anggaran 2011 dan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : Dj.I/621/2011 tanggal 25 Mei 2011, dengan ini diumumkan nama PTAIS  dan nama mahasiswa  sebagai penerima Bantuan Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin dan Beasiswa Berprestasi. Selanjutnya, proses pencairan akan di salurkan melalui PT. Pos Indonesia. Informasi lebih lanjut hubungi Subdit Pengembangan Akademik Telp. 021-3812344  ext. 327, atau dapat mengklik link  ini.

Tanggal : 31/05/2011 9:15:00   Sumber : Diktis, Kementerian Agama RI

Selamat Datang di Website Resmi SPMB-PTAIN 2011

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2010 tentang Penetapan Pelaksana Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri.

Baca lebih lanjut

Sambut PW PTAI se-Indonesia, Panpel dan Sangga Kerja Gelar ToT

iainambon.ac.id PDF Cetak
Saturday, 21 May 2011
Image

Foto : Ais Henssa

GUNA menyambut dan mensukseskan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) ke-X se-Indonesia pada bulan November tahun 2011 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, maka Panitia Pelaksana (Panpel) PW menggelar Training of Trainers (ToT), kepada anggota pramuka se-Kota Ambon. ToT ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yang berlangsung sejak Selasa, 10 Mei 2011. Koordinator Bidang Kegiatan PW-PTAI X se-Indonesia Djainab Sopamena, kepada wartawan kemarin menyatakan, kegiatan ToT ini bertujuan untuk memantapkan sangga kerja yang ada di Maluku untuk menyukseskan PW se-Indonesia. Pasalnya, saat ini PW PTAI se-Indonesia tahun ini, akan berpusat di kampus IAIN Ambon-Maluku. Maka untuk mendukung dan mensukseskan kegiatan ini agar tetap lancar, maka diperlukan adanya ToT, sebagai langkah pemantapan panitia teknis lapangan. Baca lebih lanjut

Dari kunjungan Menag di Kampus IAIN Ambon

Menteri Agama RI, Suryadharma Ali, melakukan kunjungan kerjanya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon Senin (4/4). Kunjungan Menteri di kampus IAIN Ambon ini dalam rangka silaturahmi dan melihat pembangunan serta kesiapan kampus hijau ini sebagai tuan rumah palaksanaan temu karya pramuka perguruan tinggi islam se- Indonesia yang akan di helat akhir tahun ini. Dalam kunjungan menteri bersama rombongan ini,diterima langsung rektor IAIN Ambon Prof.Dr.H Dedy Djubaedy M.Ag, serta seluruh civitas akademik IAIN Ambon. Di hadapan civitas akademik IAIN Ambon dalam acara silaturahmi, menteri agama berjanji akan membantu kampus ini dalam hal pembangunan.

Karena IAIN Ambon merupakan kampus yang berada di bawah naungan kementerian agama. Ucapan mentri tersebut mendapat aplous dari para hadirin. Sementara itu, rektor IAIN Ambon dalam sambutannya mengatakan, pembangunan di kampus yang di pimpinnya saat ini sudah mencapai 60%, dan di perkirakan akhir tahun ini sudah di pastikan rampung. Rektor juga berharap dukungan seluruh civitas akademika IAIN Ambon, karena salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan temu pramuka tersebut adalah memperkenalkan Seni dan budaya ke masyarakay luar,” tegasnya.

MALUKUnews, Ambon :

PROF. Azyumardi: Pendidikan Islam di IAIN adalah “Islam Liberal”

“Sebagai lembaga akademik, kendati IAIN terbatas memberikan pendidikan Islam kepada mahasiswanya, tetapi Islamyang diajarkan adalah Islam yang liberal. IAIN tidak mengajarkan fanatisme mazhab atau tokoh Islam, melainkan mengkaji semua mazhab dan tokoh Islam tersebut dengan kerangka, perspektif dan metodologi modern. Untuk menunjang itu, mahasiswa IAIN pun diajak mengkaji agama-agama lain selain Islam secara fair, terbuka, dan tanpa prasangka. Ilmu perbandingan agama menjadi mata kuliah pokok mahasiswa IAIN.”

“Jika di pesantren mereka memahami dikotomi ilmu: Ilmu Islam (naqliyah dan ilmu keagamaan) dan ilmu umum (sekuler dan duniawiah), maka di IAIN merekadisadarkan bahwa hal itu tidak ada. Di IAIN mereka bisa memahami bahwa belajar sosiologi, antropologi, sejarah, psikologi, sama pentingnya dengan belajar ilmu Tafsir al-Quran. Bahkan ilmu itu bisa berguna untuk memperkaya pemahaman mereka tentang tafsir. Tetapi, IAIN tidak mengajarkan apa yang sering disebut dengan “islamisasi ilmu pengetahuan” sebab semua ilmu yang ada di dunia ini itu sama status dan arti pentingnya bagi kehidupan manusia.”

Itulah pernyataan Prof. Dr. Azyumardi Azra saat menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, Ciputat. Pernyataan itu dimuat dalam buku IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia (2002, hal. 117), yang diterbitkan atas kerjasama Canadian International Development Agency (CIDA) dan Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Islam (Ditbinperta) Departemen Agama.

Pengakuan Profesor Azyumardi Azra tentang corak liberal dan liberalisasi pendidikan Islam di IAIN itu tentu saja menarik untuk kita simak, sebab disampaikan bukan dengan nada penyesalan, tetapi justru dengan nada kebanggaan. IAIN merasa bangga, sebab sudah berhasil mengubah banyakn mahasiswanya yang kebanyakan berbasis pesantren/madrasah menjadi mahasiswa atau sarjana-sarjana liberal. Baca lebih lanjut

Jemput MTQ Nasional, IAIN Ambon Gelar Lomba Hadrat dan MTQ

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, yang menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri Islam di Maluku, kini telah menyiapkan dirinya, untuk menjemput Musabaqah Tilawaltil Quran (MTQ) Nasional ke-24 tahun 2012, yang akan digelar di Provinsi Maluku nanti. Salah satu bentuk kesiapan yang nampak dari IAIN Ambon, dengan adanya digelar Festival Seni Hadrat dan Lomba MTQ, oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) (IAIN), Senin, 13 Desember. Kegiatan yang mengusung tema, “dengan Festival Seni Hadrat serta Lomba MTQ, kita kembangkan bakat dan potensi remaja Islam Maluku dalam rangka menyonsong MTQ Tingkat Nasional ke-24 tahun 2012 di Provinsi Maluku”, ini dipusatkan di GOR IAIN Ambon, dengan menghadirkan enam grup peserta lomba Seni Hadrat; Wakasihu, Hila, Tulehu, Iha Lengkong, Batumerah dan Remas Kampus IAIN Ambon. Sementara untuk lomba MTQ terdiri dari peserta tilawah delapan orang, peserta hipzil quran enam orang, kaligrafi sembilan orang.